Rizieq Akan Dijemput Paksa, Sambo: Umat Akan Makin Marah

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Presidium Alumni 212, Ansufri Idrus Sambo, menegaskan bahwa umat Islam akan marah jika polisi memaksakan diri untuk menjemput paksa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Menurutnya, umat muslim akan marah, sebab ulamanya telah dikriminalisasi oleh para penguasa.
"Kalau dijemput paksa berarti akan membuat umat makin marah. Kalau polisi berani silakan, ini satu-satunya polisi dari sejarah dulu, karena yang berbenturan dengan umat Islam hanya Kapolri (Jenderal Tito-red) dan Kapolda Metro Jaya (Irjen M Iriawan-red)," tutur Sambo di Jakarta, Jumat (12/5/2017).
Ia pun mempertanyakan, langkah-langkah yang diambil oleh polisi yang mengkriminalisasikan ulama. "Ada apa di balik itu? Kita akan buat perlawanan dengan konstitusional, perlawanan dengan hukum," ujar Sambo.
Sambo pun yakin bahwa penguasa yang sewenang-wenang bisa dikalahkan dengan hukum. "Coba lihat, kita sudah tumbangkan Ahok di pilkada, kita juga menang saat melawannya dengan hukum di pengadilan," katanya.
Sambo menegaskan, perjuangan Alumni 212 akan terus berlanjut, bahkan siap melawan orang-orang yang mem-backup Ahok dengan hukum. "Kekuasaan itu untuk mengintimidasi rakyat," tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya menjemput paksa Habib Rizieq untuk diperiksa sebagai saksi terkait percakapan mesum melalui Whatsapp dengan seorang wanita yang diduga Firza Husein. Dalam percakapan tersebut juga muncul foto telanjang yang diduga Firza Husein.
Penjemputan paksa terhadap Rizieq akan dilakukan karena pada panggilan kedua, Habib Rizieq kembali tidak hadir. Surat panggilan tersebut telah dilayangkan pihak kepolisian pada 8 Mei 2017 lalu, dan diminta hadir untuk diperiksa pada 10 Mei 2017.
"Yah betul (Rizieq akan dijemput paksa-red)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono saat ditanya apakah Rizieq akan dijemput paksa.
Reporter : Toar Sandy Purukan
Editor : Y.C Kurniantoro
Komentar
Posting Komentar